Agni

Adanya stereotip gender yang diajari dalam keluarga sejak kecil, bahwa teknologi bukan ranah perempuan.

Semasa Bekerja: Setelah saya lulus kuliah saya sempat bekerja dua tahun di sebuah perusahaan start up. Selama dua tahun itu saya merasakan bagaimana menjadi perempuan yang bekerja di bidang STEM tidak menguntungkan. Hal inilah yang kemudian membuat saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. Selama bekerja di bidang STEM, saya menyadari bagaimana saya tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan kolega laki-laki saya. Pada suatu waktu, kantor saya mengadakan pelatihan di luar negeri. Namun, kesempatan itu diberikan untuk anak buah saya sendiri, yang adalah laki-laki tanpa alasan jelas. Di titik-titik tertentu dalam karier saya di sektor STEM ini, saya sering merasa perempuan harus bekerja dua atau tiga kali lebih keras dari laki-laki.


Mengapa perempuan sulit mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki di dunia STEM?


Lingkungan STEM yang didominasi laki-laki sering kali dibuat dari lingkaran pembuat keputusan yang juga laki-laki semua, sehingga representasi dan kebutuhan perempuan tidak terakomodasi Perempuan kurang bisa mengikuti ritme kerja dan tekanan di industri ini.